Minggu, 19 Maret 2017

Kisah Honda CB100, Suzuki Smash, Honda Beat, Honda Tiger dan Yamaha NMAX


Si Black CB 100 - 1978, motor impian pertama sebagai teman setia nganter kerja. Dapet beli dari temen 1,6 jeti Tahun 2008

Si Black sebetulnya warna di STNK, Putih... jadi dikembalikan ke asal. si Roda dua ini ternyata banyak dilirik, hehe... walopun motornya jadul... tapi banyak juga ya yang suka... si CB ini akhirnya dipinang oleh orang jampang... dengan berat hati aku ceraikan... hehehe....di Tahun 2012


si Se-Mash akhirnya hadir menjadi tunggangan setia setelah kepergian si CB. karena aku ga bisa lama-lama tanpa teman bareng untuk kerja.

si Se-Mash akhirnya punya teman pendamping hidup (yang punyannya "menikah"..hehe), dia didampingi si BEAT yang sewaktu-waktu bergantian mengantar aku kerja.

ini dia si BEAT temennya si Smash.. si BEAT ini motor kepunyaan istriku..hehe. tapi, kalo sama istri kan ga canggung mau pinjem atau pake kemana pun.. serasa milik sendiri.... si BEAT banyak berjasa sekali, terutama membantu perjuangan pekerjaan ku hingga saat ini... semoga panjang umur ya BEAT..(yang punyanya juga) amin.......
ini nih...si Macan Kumbang (TIGER), motor impianku dari dulu. Tahun 2014 akhirnya aku ceraikan si SMASH karena dari dulu terpincut sama si Tiger, kalo liat orang-orang yang lagi touring pake tiger, suka nelan ludah sendiri... makanya si Tiger ini motor impianku.  apalagi mengingat trek ke pekerjaanku jalannya bergelombang rasanya enak bingit kalo pake motor gede. Umur si Tiger bersamaku juga tidak bertahan lama sekitar 1,5 tahun.. dia banyak sakit-sakitan... maklumlah motor second, minta diganti ini - itu. di awal tahun 2016 si Tiger pun diceraikan.... selanjutnya aku ditemani si BEAT saja berangkat kerja.
di pertengahan tahun 2016 hadirlah si NMAX untuk menemani si BEAT, dengan jumlah keluarga yang ada mendorong kami untuk punya motor yang lain... kalo perjalan pulang kampung dibutuhkan 2 kendaraan motor... jadi si NMAX adalah pilihan tepat.
Perjalanan si Roda Dua ini mungkin tidak ada manfaat apapun untuk yang membaca, tapi bagi kami adalah sejarah yang perlu dikenang....hehehe... wassalaam............(tho)

Jumat, 21 Oktober 2016

Mancing Ikan Gabus dan Sepat di rawa

Mancing Ikan Gabus dengan umpan soft frog dan katak hidup
Mancing Ikan Sepat dengan umpan udang tawar dan cacing





Selasa, 16 Februari 2016

Perangkat Penjasorkes KTSP

<iframe src="https://docs.google.com/viewer?srcid=0B3uOSrWNSpR-ejk0dDItYzdhbkk&usp&pid=explorer&chrome=false&embedded=true" width="500" height="500"></iframe>

Senin, 30 November 2015

Foto Mancing Hampal, Beunteur, Genggehek, Paray

 Beunteur di bendungan Pasirangin Jampangtengah
 Hampala Cimandiri Padabeunghar Kab. Sukabumi
 Genggehek sungai Cibojong Bojonglopan Jampangtengah
 Hampala / Hampal / Sebarau di Sungai Cicatih Warungkiara
 Beunteur dan Genggehek / Regis sungai Cibening Kec. Purabaya
ikan Paray sungai Cikaso Kabupaten Sukabumi


Jenis-jenis ikan yang sering dipancing di sungai-sungai di wilayah Kabupaten Sukabumi, strike mancing di sungai menggunakan joran yang lentur sangat mengasyikan.. coba z...!!!! pasti ketagihan.. hehe...

Jumat, 05 April 2013

Mancing Hampala

Strike ikan Hampala 2,1 kg..... wuih.... mantap..................................@!!!!@@!$@

Jumat, 16 September 2011

Mancing Regis / Genggehek di Sungai Cibening - Purabaya

Sungai Cibening merupakan sungai kecil yang berada di wilayah Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Entah kapan dan siapa yang memberi nama sungai ini "Cibening", karena airnya bening kali? tapi kalo hujan mah anger we keruh...hehe. Yang pasti dalam catatan saya ini bukan untuk menceritakan asal muasal atau sejarah sungai Cibening, tapi tentang asyiknya mancing "Regis" (sebutan warga Purabaya untuk gambar ikan di atas). Sedangkan di daerah tempat tinggalku, ikan tersebut dinamakan "Genggehek".
Regis atau Genggehek banyak ditemukan di sungai-sungai daerah Kabupaten Sukabumi, termasuk di sungai terbilang besar seperti Sungai Cimandiri dan Cikaso. Mancing Regis memiliki sensasi yang cukup menyenangkan, karena tarikannya yang kencang sewaktu strike apalagi menggunakan joran yang lentur dan benang yang kecil. Karena memiliki bentuk tubuh yang tipis ikan ini gesit di dalam air, sangat cepat  menyambar mangsa. Ukuran paling besar ikan regis/genggehek secara umum dari informasi yang didapat serta berdasarkan pengalaman saya, seukuran 3 jari telapak tangan orang dewasa dan bahkan ada yang menyebutkan paling besar sekitar 5 ramo (bahasa indonesia: "5 jari telapak tangan"). Berdasarkan pengalaman saya dari tahun 2000 sampai sekarang, di sungai cibening ukuran ikan tersebut hanya mencapai 3 jari telapak tangan orang dewasa. Dan saya pun tidak tahu pasti, apa mungkin terpengaruh oleh makanan atau volume air sungai serta habitat yang dimilikinya, sehingga ukurannya tidak mencapai maksimal. Berbeda dengan ikan regis/genggehek yang berhabitat di sungai Cimandiri, ukurannya dapat mencapai ukuran yang maksimal.

Sangat disayangkan, akhir-akhir ini (musim kemarau) banyak orang-orang yang tak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kepentingan sendiri untuk dapat menghasilkan ikan tanpa memperhatikan dampak buruk pada ekosistem dan habitat di sungai tersebut.  Mendapatkan ikan dengan cara yang instan, menggunakan obat-obatan dan campuran yang dapat merusak keberlangsungan makhluk hidup di sungai terutama ikan-ikan yang kecil. Yang sangat dikhawatirkan adalah kepunahan ikan-ikan di sungai tersebut jika proses mencari ikan dengan cara diobat (dikocok, di-sangkalim, di-bom, di-bilet, dsb. 'istilah warga setempat') dilakukan secara terus menerus.

by: Dadang Butho Alamsyah 16/09/2011